Jumat, 30 Mei 2008

Tundukan Jagoan cilik Anda


Transisi> Mengasuh anak yang mulai beranjak remaja bukanlah pekerjaan yang mudah, Sekali Anda salah melangkah, maka ia akan menjauh dan menganggap Anda sebagai musuhnya, Apalagi kini pendapat teman-temannya yang lebih peting, Karena ia ingin selalu terlihat keren didepan teman-temannya, maka pendapat Anda tidak hilang kendali, lakukan 5 langkah dibawah ini:

Komunikasi

Komunikasi yang kurang baik akan menjauhkan Anda berdua, Apalagi sebagai orangtua, Anda merupakan tokoh panutannya, sehingga, Anda harus jelas dalam menyampaikan sesuatu, Agar komunikasi Anda berjalan lancar, kuasai tiga hal ini: Mengertilah perasaannya, Bersifat fleksibel dan berpikiran terbuka.

Siap sedia

Anda mungkin tak punya banyak waktu luang untuk anak Anda, jadi buat perjanjian yang disepakati bersama untuk berkumpul bersama keluarga,Dan bila Anda harus keluar kota karena pekerjaan, pastikan ponsel Anda selalu aktif, Jika saat anak anda menelpon atau orang lain dan anda tidak ingin suara telpon sibuk, gantilah dengan profil diam atau silent namun dalam tidak keadaan profil offline.

Konsisten

Berikan jawaban dan alasan yang sama untuk pertanyaan yang ia tanyakan berulang-ulang, Jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda tidak mengetahui jawaban suatu masalah, dan blbi ia mencari jawaban suatu masalah tersebut, Terakhir, saat mengambil keputusan berikan alasan jelas sehingga ia mengerti alasan Anda mengambil keputusan.

Tahan

Menuangkan kemarahan Anda dengan membentak bukanlah cara yang bijak, jika sedang emosi, coba hitung sampai 10 sebelum anda bicara, Bila anda tidak dapat memenangkan diri dan memaksakan diri untuk berbicara dengannya, mungkin saja anda akan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hatinya yang anda sesali nanti, sebaiknya anda berbicara kepada anak anda dengan emosi yang meluap-luap dengan mimik wajah yang tersenyum dan suara yang bahagia.

Maaf

Sikap sportif tidak datang dari langit, Bila anda ingin anak anda memiliki sikap tersebut,maka Andalah yang harus mencontohkan kepadanya, Tunjukan bahwa meminta maaf adalah sebuah tindakan yang berani dan bukan pengecut, Dan jangan ragu-ragu mengakui dan meminta maaf atas kesalahan Anda.

Tidak ada komentar: